Selasa, 27 Maret 2012

Seni Dan Budaya Betawi Ondel-Ondel (Manusia Dan Kebudayaan)

Tanah Air Indonesia kaya akan berbagai suku dan pulau. Secara otomatis Indonesia memiliki kekayaan akan keragaman kebudayaan. Seperti salah satu contoh adanya candi Borobudur di daerah Yogyakarta. Dalam pikiran kita, bagaimana caranya seseorang pada zaman dahulu dengan keterbatasan tekhnologi dan juga kesederhanaan alat bangunan dapat membuat sebuah candi yang sangat besar dan juga konstruksi bangunan yang sangat kuat dan kompleks ?
Itulah hebatnya kebudayaan sejarah akan peninggalan kebudayaan dahulu. Semuanya sangat tidak terduga dan sangat fantastis. Budaya dan kebudayaan Indonesia yang lainnya seperti pada adat kesenian Betawi yaitu ondel-ondel.

Ondel-ondel merupakan hasil dari kebudayaan Betawi yang berupa boneka besar yang tingginya mencapai sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, boneka ini dibuat dari anyaman bambu yang dibuat agar dapat dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya. Boneka tersebut dipakai dan dimainkan oleh orang yang membawanya. Pada wajahnya berupa topeng atau kedok yang dipakaikan ke anyaman bamboo tersebut, dengan kepala yang diberi rambut dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya di cat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih.
Jenis pertunjukan ini diduga sudah ada sebelum tersebarnya agama Islam di pulau Jawa dan juga terdapat di berbagai daerah dengan pertunjukkan yang sejenis. Di Pasundan dikenal dengan sebutan Badawang, di Jawa Tengah disebut Barongan Buncis, sedangkan di Bali dikenal dengan nama Barong Landung.
Awal mulanya pertunjukan ondel-ondel ini berfungsi sebagai penolak bala dari gangguan roh halus yang mengganggu. Namun semakin lama tradisi tersebut berubah menjadi hal yang sangat bagus untuk dipertontonkan, dan kebanyakan acara tersebut kini di adakan pada acara penyambutan tamu terhormat, dan untuk menyemarakkan pesta-pesta rakyat serta peresmian gedung yang baru selesai dibangun.
Disamping untuk memeriahkan arak-arakan pada masa yang lalu biasa pula mengadakan pertunjukan keliling, “Ngamen”. Terutama pada perayaan-perayaan Tahun Baru, baik masehi maupun Imlek. Sasaran pada perayaan Tahun Baru Masehi daerah Menteng, yang banyak dihuni orang-orang Kristen.Pendukung utama kesenian ondel-ondel petani yang termasuk “abangan”, khususnya yang terdapat di daerah pinggiran kota Jakarta dan sekitarnya.
Musik yang mengiringi ondel-ondel tidak tertentu, tergantug dari asing-masing rombongan. Ada yang diiringi tanjidor, seperti rombongan ondel-ondel pimpian Gejen, kampong setu. Ada yang diiringi dengan pencak Betawi seperti rombongan “Beringin Sakti” pimpinan Duloh, sekarag pimpinan Yasin, dari Rawasari. Adapula yang diirig Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana ketimpring, seperti rombogan ondel-ondel pimpinan Lamoh, Kalideres. Ondel-ondel betawi tersebut pada dasarnya masih tetap bertahan dan menjadi penghias di wajah kota metropolitan Jakarta.

sumber : http://senibudayabetawi.blogspot.com/2011/02/ondel-ondel.html

Tugas 2 - Ilmu Budaya Dasar (Manusia Dan Harapan)

Menumbuhkan Harapan (Manusia Dan Harapan)

Harapan merupakan sesuatu yang dapat memotivasi dan membangun diri kita sendiri menjadi lebih semangat dan niat dalam melakukan sesuatu. Harapan tumbuh dalam diri seseorang sebagai suatu bentuk ungkapan dalam penggambaran sebuah khayalan yang dibayangkan dan bisa berubah menjadi sebuah kenyataan. Proses pengharapan dalam diri memang terjadi begitu saja secara alamiah. Kita tidak dapat mewujudkan suatu harapan apabila kita hanya berdiam diri tanpa melakukan sebuah tindakan. Kita harus tetap bekerja keras dan mempunyai keyakinan bahwa kita dapat meraih serta mewujudkan harapan kita menjadi sebuah kenyataan. Karena keyakinan dan juga doa kita terhadap Yang Maha Kuasa yang akan mengantarkan kita pada sebuah pengharapan yang terwujud menjadi kenyataan.
Faktor yang mempengaruhi seseorang memiliki sebuah harapan yaitu dorongan atau keinginan yang terjadi didalam diri manusia. Harapan tidak lain halnya dengan sebuah cita-cita yang ingin diraih atau dicapai oleh seseorang. Apabila seseorang memiliki sebuah harapan positif dalam dirinya akan menuntut manusia untuk tetap bersemangat dalam hidup.
Faktor lainnya yaitu keinginan akan memenuhi kebutuhan hidup seseorang. Harapan pada pemenuhan kebutuhan secara jasmani dan rohani yaitu menuntut seorang manusia agar dapat bekerja sama dengan baik sebagai makhluk sosial dengan sesama manusia. Proses perwujudan harapan inilah yang membuat manusia memiliki tingkat kepercayaan dan keyakinan akan kemampuan dirinya dalam meraih sebuah harapan atau asa yang diinginkan.
Karena semakin besar usaha yang dilakukan, semakin besar juga peluang dalam mewujudkan sebuah harapan menjadi kenyataan.   

Tugas 1 - Ilmu Budaya Dasar (Manusia Dan Cinta Kasih)

Cinta Kasih Antar Sesama (Manusia Dan Cinta Kasih)

Manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki tingkat kepekaan dan perasaan yang amat tinggi. Pada dasarnya setiap manusia memiliki rasa cinta dan kasih terhadap sesama manusia. Menumbuhkan rasa cinta kasih dan sayang merupakan salah satu upaya dalam meraih kedamaian batin. Cinta bisa diartikan sebagai rasa sayang, sedangkan kasih sebagai rasa sayang dan iba. Pada takdirnya manusia memiliki hubungan keterkaitan antar sesama manusia yang sangat erat, sehingga tidak ada satu manusia pun yang dapat hidup sendiri.
Hubungan cinta kasih antar sesama manusia yang baik yaitu tidak saling membedakan antara manusia yang satu dengan yang lain. Cinta dan kasih yang terjalin dengan baik akan membuat kehidupan bathin manusia menjadi lebih damai. Hubungan ini dapat membawa dampak tersendiri bagi setiap manusia. Seperti halnya pada contoh hubungan antar teman didalam lingkungan sekolah. Masih banyak yang terjadi yaitu tingginya tingkat senioritas. Contoh lainnya hubungan dalam percintaan yaitu terjadinya kekerasan dalam percintaan baik secara fisik atau bathin. Hal ini sangat merugikan salah satu pihak. Apabila setiap manusia rela berkorban apapun terhadap cinta memang dapat disebut sebagai cinta dan kasih, akan tetapi melakukan kekerasan dalam setiap hubungan sama sekali tidak bisa disebut sebagai wujud dalam menunjukan cinta dan kasih.
Dalam proses perwujudan rasa cinta dan kasih terhadap sesama dapat diibaratkan seperti kopi dan susu. Apabila kita hanya meminum kopi walaupun menambahkan gula didalamnya tetap akan terasa pahit, tetapi pabila kita menambahkan susu didalamnya, maka akan terasa lebih manis dan enak. Kekerasan disini diibaratkan seperti kopi, apabila ditambahkan susu yang diibaratkan seperti sebuah cinta dan kasih maka akan menjadi lebih manis. Jadi kesimpulan dari rasa cinta dan kasih yaitu pada hakikatnya setiap manusia pasti memiliki rasa cinta dan kasih terhadap sesama. Karena hubungan yang saling bergantung antara manusia yang satu dengan lain dan juga rasa cinta dan kasih juga dapat membawa kedamaian terhadap diri kita sendiri. Tidak ada alasan sesama manusia untuk saling membenci dan tidak menghargai antara satu dengan yang lainnya.